Thursday, June 19, 2008

Bluetooth A2DP









beberapa waktu lalu teknologi Bluetooth hanya dianggap sebagai alternatif pemindah data serta berfungsi sebagai perantara. Sebab waktu dengan menggunakan bluetooth jauh lebih mudah dan tak merepotkan. Maka bluetooth sering dipakai untuk bertukar foto, phonebook, pun sejumlah data lain dalam teknologi ponsel. Untuk hal ini Bluetooth hanya dimanfaatkan layer datanya saja.
Dengan model serupa bluethoot juga bisa dikreasikan sebagai jalur untuk melakukan chatting. Masalahnya, ngobrol maya ini hanya bisa dilakukan dalam jarak pendek, sesuai dengan daya jangkau Bluetooth itu sendiri. Karena itulah pemanfaatan Bluetooth seperti ini jadi kurang populer. Perkembangan teknologi Bluetooth yang kini sampai pada versi 2.0 A2DP (Advance Audio Distribution Profile)memaksa pencipta tidak hanya memanfaatkannya sebagai jalur penghubung ponsel ke headset dengan memanfaatan layer suara (voice).







Namun tampaknya penggunaan layer data terasa kurang maksimal untuk sebuah bandwith Bluetooth yang cukup lebar. Oleh itu kemudian diadopsikan untuk mengantarkan audio berkualitas tinggi dari head unit (dan amplifier) ke speaker. Jadi sebenarnya teknologi yang diaplikasikan pada A2DP (Advance Audio Distribution Profile) adalah memanfaatkan bandwith pada layer data.














Pertanyaannya mengapa yang digunakan layer data, bukannya suara? Layer suara hanya memiliki bandwith sebesar 64 kbps. Bila digunakan tentu sangat mengurangi kualitas suara, bahkan akan banyak kehilangan interference. Bandingkan dengan layer data yang mencapai 723 kbps. Dengan bandwith selebar ini tentulah lebih memungkinkan untuk mengirim foto yang beresolusi tinggi, termasuk menjadi “jembatan” untuk audio bermutu tinggi.

Namun sekali lagi, bahwa Bluetooth seperti sifatnya yang menggunakan frekuensi radio jarak pendek, ia tetap punya keterbatasan. Jadi tak aneh bila dalam jarak lebih dari 10 meter umpamanya, sudah tak bisa bekerja optimal. Sound tiba-tiba terpotong, bahkan lagu tiba-tiba mati. Ini bukan kesalahan alat, tapi memang melebihi jangkauan.

Aplikasi A2DP tak hanya berlaku buat ponsel dan headset. Sony, menjelang akhir tahun lalu mengenalkan produk micro hi-fi yang memiliki kemampuan tersebut. Produk tersebut berseri CMT-U1BT. Perangkat Bluetooth-nya tidak built-in namun disediakan dalam bentuk dongle yang siap dikoneksikan ke berbagai peralatan seperti ponsel. Dengan demikian, ponsel menjadi head unit yang kemudian sound-nya disalurkan ke audio system ini dan menyembur lewat dua speakernya.



















Perkembangan teknologi ini kemudian menciptakan para pabrikan audio untuk mengeluarkan berbagai fasilitas pendukung. Selain Sony, ada juga Bluesonic. Produk yang dikeluarkan memang tak selengkap Sony, karena hanya berupa speaker dock. Speakernya selain dilengkapi A2DP Bluetooth juga koneksi kabel dengan jack 2,5 mm.

Nokia yang telah menghasilkan beberapa ponsel dengan kemampuan A2DP, juga menyajikan headset stereo A2DP. Untuk melakukan koneksi, setiap alat harus melakukan pairing. Diperlukan kode khusus untuk hal ini.

Sekarang, juga bisa dinikmati, dongle Bluetooth yang berkaliber A2DP. Dengan dongle seperti ini memungkinkan untuk melakukan streaming lagu-lagu dari laptop atau PC ke spiker atau headset A2DP. Teknologi ini memang meringkas kabel sekaligus membuat koneksi yang lebih terbuka ke berbagai alat.


tulisan diambil dari simpatizone


teknologi bluetooth


Bluetooth adalah teknologi komunikasi wireless atau nirkabel yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.

Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.

Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan kabel dalam melakukan pertukaran data, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.

Bluetooth memberikan solusi dan layanan yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel.

Perkembangan Sejarah Perangkat
Nama bluetooth berawal dari proyek prestisius yang dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan komputer, di antaranya Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.

Proyek ini di awal tahun 1998 dengan kode nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan menguasai sebagian besar daerah Denmark dan daerah Skandinavia pada masa itu. Dikarenakan daerah kekuasaannya yang luas, raja Harald Blatand ini membiayai para ilmuwan dan insinyur untuk membangun sebuah proyek berteknologi metamorfosis yang bertujuan untuk mengontrol pasukan dari suku-suku di daerah Skandinavia tersebut dari jarak jauh. Maka untuk menghormati ide raja Viking tersebut, yaitu Blatand yang berarti bluetooth (dalam bahasa Inggris) proyek ini diberi nama.

Berikut ini adalah table perkembangan teknologi Bluetooth :




















Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).

Pada beberapa negara terdapat perbedaan penggunaan frekuensi dan channel untuk Bluetooth ini. Seperti di Amerika dan Eropa, frekuensi yang digunakan adalah dari 2400–2483,5 yang berarti menggunakan 79 channel. Cara perhitungannya sebagai berikut : untuk RF Channel yang bekerja frekuensi f = 2402+k MHz, di mana k adalah jumlah channel yang digunakan yaitu : 0 sampai dengan 78 = 2402+79 = 2481 MHz. Kemudian ditambah dengan pengawal frekuensi yang diset pada 2 MHz sampai dengan 3,5 MHz untuk lebar pita gelombang 1 MHz, sehingga totalnya menjadi 2481+2,5 = 2483,5 MHz.


Cara Kerja Perangkat

Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.

Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter.

Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link Management dan Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan voice code. sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke baseband processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada sistem bluetooth secara umum dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.















Gambar 1. Blok fungsional sistem bluetooth.




















Gambar 2. Layer-layer pada sistem bluetooth.


Tiga buah lapisan fisik yang sangat penting dalam protokol arsitektur Bluetooth ini adalah :

1. Bluetooth radio, adalah lapis terendah dari spesifikasi Bluetooth. Lapis ini mendefinisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz ISM.
2. Baseband, lapis yang memungkinkan hubungan RF terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Sistem RF dari bluetooth ini menggunakan frekuensi-hopping-spread spectrum yang mengirimkan data dalam bentuk paket pada time slot dan frekuensi yang telah ditentukan, lapis ini melakukan prosedur pemeriksaan dan paging untuk sinkronisasi transmisi frekuensi hopping dan clock dari perangkat bluetooth yang berbeda.
3. LMP, Link Manager Protocol, bertanggung jawab terhadap link set-up antar perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek securiti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan ukuran paket dari lapis baseband.

Sistem Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402GHz sampai 2.480GHz, dengan 79 kanal RF yang masing-masing mempunyai spasi kanal selebar 1 MHz, menggunakan sistem TDD (Time-Division Duplex). Secara global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda. Penggunaan spektrum frekuensi 2.4 GHz secara global belum diatur. Namun ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam penggunaannya. Hal ini meliputi :
Spektrum dibagi menjadi 79 kanal frekuensi (walaupun beberapa negara seperti Perancis dan Spanyol hanya menyediakan 23 kanal frekuensi saja).

1. Bandwidth dibatasi sampai 1 MHz per kanal.
2. Penggunaan frekuensi hopping dalam metode pengiriman datanya
3. Interferensi harus dapat diatasi dan ditangani dengan baik.

Komunikasi RF banyak menggunakan spektrum frekuensi ini, seperti HomeRF (sebuah spesifikasi untuk komunikasi RF dalam lingkungan perumahan); dan juga IEEE 802.11 juga menggunakan spektrum ini untuk spesifikasi dari teknologi Wireless LAN. Oven microwave juga beroperasi dalam range frekuensi ini, karena spektrum frekuensi ini belum dilisensikan, maka banyak teknologi yang menggunakannya, sehingga radio interferensi sangat memungkinkan untuk terjadi. Oleh karena itu persyaratan dan pengalamatan mutlak diperlukan bagi teknologi yang menggunakan spektrum 2.4 GHz ini.

Komunikasi bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.


Teknologi Masa Depan

Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel.

Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint. Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan lainnya. Aplikasiaplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya. Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat menggunakan teknologi bluetooth dapat dilihat seperti Gambar 3 dibawah ini.
















Gambar 3. Contoh modul aplikasi beberapa bluetooth.



artikel diambil dari tulisan Gun Gun Gunawan untuk materi kuliah umy jogja